Home Dumai Riau Nasional Politik Gosip Kriminal Musik Teknologi Edukasi Kesehatan Olahraga Kuliner Wisata Iklan
Kuantan Singingi

Kuansing Memanas, 15 Jalur Terbaik Berebut Tahta Juara di Final Festival Pacu Jalur 2025

pukul


 


Hariangaruda.com I Kuantan Singingi - Festival Pacu Jalur Tradisional 2025 di Tepian Narosa, Sungai Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, resmi memasuki hari kelima yang juga menjadi babak pamungkas.

Dari ratusan jalur yang berlaga sejak hari pertama, kini hanya 15 jalur terbaik yang berhasil menembus partai puncak, Minggu (24/8/2025).

Ajang bergengsi ini selalu menjadi magnet masyarakat, tidak hanya di Riau, tetapi juga tingkat nasional hingga mancanegara.

Sejak pagi, ribuan penonton telah memadati tepian Sungai Kuantan untuk memberikan dukungan dan menyaksikan ketegangan jalannya perlombaan.

Dari data resmi panitia, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tampil mendominasi dengan enam jalur yang berhasil menembus babak akhir.

Keenamnya adalah Panglimo Rimbo Piako, Untung Bertuah, Pulau Betuah, Tuah Kalajengking Muda Indragiri 2024, Tuah Datuk Keramat Imbang di Alam, serta Panglima Tasik Indang Bunian.

Kecamatan Kuantan Tengah juga menunjukkan kekuatan dengan meloloskan tiga jalur andalannya, yakni Limbago Sati Rantau Kuantan, Buayo Danou, dan Samurai Jopang Bukik Tantunggung. Jalur-jalur ini dikenal konsisten dan memiliki basis pendukung fanatik.

Dari Kuantan Mudik, dua jalur unggulan, Nago Sati Paboun dan Toduang Biso Rimbo Piako, sukses melangkah ke babak terakhir. Kedua jalur ini diperkirakan akan menjadi kuda hitam yang mampu mengancam dominasi Inhu.

Hulu Kuantan pun ikut unjuk gigi dengan menurunkan dua jalur terbaiknya, Bintang Emas Cahaya Intan 2023 dan Sang Ratu Helmina. Keduanya cukup populer dan telah sering mencatat prestasi pada gelaran pacu jalur sebelumnya.

Sementara itu, dari Kecamatan Benai, jalur Singa Ngarai tampil mengejutkan dengan menjadi satu-satunya wakil yang bertahan.

Meski datang dengan kekuatan terbatas, jalur ini sukses menyingkirkan lawan-lawannya yang lebih diunggulkan.

Kecamatan Inuman juga menorehkan cerita tersendiri lewat jalur Ghajo Siluman Sungai Tonam. Penampilan penuh kejutan sejak awal membuat jalur ini kini menjadi salah satu sorotan publik di arena pacu jalur.

Dengan komposisi jalur yang lolos, pertarungan di hari terakhir diprediksi berlangsung sengit. Jalur-jalur Inhu yang mendominasi harus berhadapan dengan perlawanan kuat dari Kuantan Tengah, Kuantan Mudik, hingga Hulu Kuantan yang siap merebut mahkota juara.

Ketua Panitia Festival Pacu Jalur 2025 melalui Seksi Pawai Budaya, M. Judin, menegaskan bahwa persaingan tahun ini sangat ketat.

“Dari awal hingga akhir, semua jalur menunjukkan kemampuan terbaiknya. Tidak mudah bagi 15 jalur ini untuk sampai ke hari terakhir. Mereka adalah yang terkuat di antara ratusan jalur peserta,” ungkapnya.

Salah seorang penonton, Roby (35), mengaku tak sabar menanti babak puncak. Menurutnya, jalur dari Kuantan Mudik berpotensi besar memberikan kejutan.

“Tahun ini sulit ditebak siapa juaranya. Semua jalur kuat, persaingan pasti seru,” katanya penuh antusias.

Lebih dari sekadar perlombaan, Festival Pacu Jalur menjadi pesta budaya masyarakat Kuansing.

Sejumlah kegiatan seni, pameran kuliner, hingga hiburan rakyat turut menyemarakkan suasana, menjadikan festival ini sebagai destinasi wisata budaya yang ditunggu-tunggu.

Kehadiran puluhan ribu penonton, baik dari dalam maupun luar daerah, menunjukkan bahwa pacu jalur tetap menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat Kuansing.

Tradisi ini bukan hanya olahraga, tetapi juga simbol persatuan, kerja sama, dan warisan budaya yang terus hidup.

Hari ini akan menjadi penentu siapa yang layak menyandang gelar juara Pacu Jalur 2025. Ribuan masyarakat Kuansing dan para perantau dipastikan memberikan dukungan penuh kepada jalur kebanggaan mereka.

Tepian Narosa pun semakin meriah dan dipenuhi atmosfer tegang menanti siapa yang akan mengukir sejarah sebagai penguasa arus Sungai Kuantan. (ADV)