Hariangaruda.com I Kuantan Singingi - Teluk Kuantan, Wakil Bupati Kuantan Singingi, H. Muklisin, menegaskan Guru dan ASN berperan penting dalam agenda Pembangunan bangsa.
Hal itu di sampaikan Wabup, H Muklisin saat memberikan arahan pada upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN), HUT PGRI, dan HUT Korpri ke-54 Tingkat Kabupaten Kuantan Singingi yang digelar di Lapangan Limuno, Teluk Kuantan, Rabu (26/11/2025).
Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri Ketua DPRD Kuansing, H Juprizal, SE, MSi dan Forkopimda, Kepala OPD , ASN, tenaga pendidik Se-Kabupaten Kuansing, instansi vertikal, serta undangan lainnya.
Wabup , H Muklisin menegaskan pentingnya peran guru dan ASN dalam membangun masa depan bangsa.
Tema Hari Guru Nasional tahun ini, “Guru Hebat, Indonesia Kuat”, menurutnya bukan sekadar slogan, tetapi memiliki makna khusus bagi Kuantan Singingi. “Sejak dahulu Kuansing dikenal sebagai kabupaten yang mencetak guru-guru hebat, berkarakter, dan berkualitas. Ini adalah identitas yang hidup sejak dulu dan terus kita jaga hingga hari ini,” ujarnya.
Wabup juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para guru di Kuansing yang tidak hanya mengajar, tetapi membentuk karakter generasi penerus. “Banyak tokoh pendidikan berasal dari Kuansing dan mengabdi di berbagai penjuru Indonesia. Ini bukan kebetulan, tetapi buah dari budaya kita yang menjunjung tinggi ilmu,” tambahnya.
Selain HGN dan HUT PGRI, Wabup Muklisin turut menyinggung momentum HUT Korpri ke-54 dengan tema “Integritas ASN: Melayani dan Membangun Negeri”. Ia menegaskan bahwa ASN bukan hanya birokrat, tetapi penggerak pembangunan, wajah pelayanan publik, serta pilar pemerintahan. “Selama lima dekade, Korpri menjadi tulang punggung jalannya roda pemerintahan. Integritas adalah napas yang harus terus dijaga,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Kuansing, kata Wabup, tetap berkomitmen dalam peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan publik. Di bidang pendidikan, pemkab terus mendorong pemerataan akses pendidikan, peningkatan kompetensi guru, pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, penguatan karakter, literasi digital, serta memperjuangkan kesejahteraan guru. Sementara di bidang layanan publik, dilakukan transformasi digital, penguatan integritas ASN, percepatan birokrasi pelayanan, serta peningkatan solidaritas aparatur.
