Hariangaruda.com I Arab Saudi - Akibat konflik Amerika dan Israel ke Iran menyebabkan sejumlah jemaah umrah Indonesia saat ini tertahan di Bandara Jeddah, Arab Saudi, karena banyaknya pembatalan penerbangan.
Banyak jemaah yang awalnya sudah memiliki tiket pulang terpaksa menunda kepulangan, sehingga harus menanggung biaya tambahan untuk penginapan dan kebutuhan sehari-hari.
Seperti yang dialami Andhini Fatryani, jemaah umrah mandiri asal Bogor, yang berbagi pengalamannya dalam unggahan YouTube tvOneNews (3/3/2026). Andhini menjelaskan, “Kami di sini sebetulnya dari tanggal 28, berangkat itu tanggal 28 dari Mekkah menuju ke Jeddah. Di Jeddah ini sebetulnya kami sudah pegang tiket, karena melakukan umrah mandiri yang memang harus pegang tiket untuk pulang juga,” ujarnya.
Ia melanjutkan, “Lalu kami memantau info-info terkait dari maskapai ini langsung. Dan memang maskapai yang kami pilih ternyata membatalkan, karena terdampak konflik-konflik ini.” Andhini juga menuturkan kebingungannya saat penerbangan dibatalkan sepihak.
“Jadi kami agak kebingungan kemarin, mereka membatalkan secara sepihak. Akhirnya keberangkatan kami dimundurkan. Waktunya dari tanggal 28 sampai sekarang tanggal 2, dan info yang kami dapatkan akan di-update tanggal 4 besok (hari ini) sekitar jam 4 sore,” jelasnya.
Ia menambahkan dampak pembatalan terhadap biaya hidup selama tertahan, “Ini mengkhawatirkan. Kami mau tidak mau karena arahan maskapai tidak masuk ke bandara. Akhirnya kami harus mengeluarkan budget kembali, ya untuk hotel, makan, dan segala macamnya,” tuturnya.
Andhini mengungkapkan bahwa tidak semua maskapai membatalkan penerbangan. “Seperti Garuda Indonesia, seperti Saudia itu masih normal. Walaupun ada beberapa yang dibatalkan. Kebetulan yang saya gunakan adalah Qatar Airways, itu termasuk yang tidak bisa berjalan seperti biasanya,” ujarnya.
Ia menambahkan strategi mereka mencari alternatif penerbangan, “Makanya kami memutuskan kalau konfliknya masih seperti ini, kami langsung pindah ke maskapai-maskapai yang masih sesuai jadwal dan masih beraktivitas seperti biasanya,” jelasnya.
Mengenai kondisi bandara, ia mengatakan, “Kalau di bandara sendiri, dari arahan pemerintah tidak ada arahan untuk menutup atau menghentikan aktivitas. Pemerintah masih berjalan seperti biasa. Hanya saja lebih sepi, karena beberapa maskapai dari negara terdampak tidak beroperasi,” jelas Andhini.
